#[1]JOURNAL: Jim Geovedi (Atom 0.3) [2]JOURNAL: Jim Geovedi (RSS 2.0) Notify Blogger about objectionable content. [3]What does this mean? [4]Blogger [5]Send As SMS [6]Get your own blog [7]Flag Blog [8]Next blog ____________________ Search This Blog Search[9]BlogThis! [10]JOURNAL: Jim Geovedi a not-so-daily record of news and events of a personal nature; a diary with noises up to 68%. 05 May, 2006 Hacking/Cracking: From Fun To Profit Ini adalah draft artikel yang dikirimkan ke majalah NEOTEK untuk dipublikasikan pada bulan Juni 2006. Di dunia ini tidak pernah ada yang bersifat tetap, segala sesuatu pasti berubah. Satu-satunya hal yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Perubahan terjadi umumnya karena ada sumber-daya yang mulai terbatas atau penilaian terhadap sumber-daya tersebut menjadi tinggi. Dalam majalah Wired edisi Mei 2006 terdapat iklan General Motors Corporation yang mengkampanyekan penggunaan bahan bakar E85 ethanol--sebuah bahan bakar alternatif yang dibuat dari 85% ethanol (yang dihasilkan dari jagung) dan 15% gasoline. Kesadaran akan mulai terbatasnya bahan bakar minyak menjadikan orang semakin inovatif dan hal tersebut seolah mengingatkan tentang bagaimana nilai dari sebuah informasi, dari sudut pandang keamanan, juga dapat berubah. Aleph One (yang bernama asli Elias Levy dan juga adalah salah satu moderator mailing-list security Bugtraq) di dalam profilnya yang dimuat di majalah elektronik Phrack Issue 50 (April 1997) mengutarakan bahwa setiap sistem yang terhubung ke jaringan dapat dibobol. Hanya masalah waktu sebelum para hackers yang "iseng" menjadikan sistem tersebut sebagai target dengan menggunakan warez terbaru--kini dikenal sebagai 0-day, tidak hanya untuk exploit atau tools namun juga untuk informasi vulnerability--untuk membypass perlindungan firewall dan membobol sistem yang menjadi target. Apa yang menjadi tujuan dominan dari para hackers "iseng" pada waktu itu adalah web page defacement atau menghancurkan sistem. Jika meninjau statistik dari situs Internet security termometer, www.zone-h.org, tren web page defacement masih dominan sampai hari ini terutama bagi para hackers pemula. Namun ternyata tidak untuk tren menghancurkan sistem karena para hackers sudah mulai mengetahui nilai dari sistem yang menjadi target berdasarkan fungsinya, sebagai contoh mesin yang berfungsi sebagai gateway, mail server atau hanya sekedar workstation biasa. Tidak ada sistem yang tidak ada nilainya, sehingga salah besar jika seseorang masih menganggap komputer yang dimilikinya tidak bernilai. Penilaian dari sebuah sistem tidak hanya berpatokan pada hardware namun juga pada konten yang dimiliki seperti sistim operasi, aplikasi, maupun data yang disimpan. BERMOTIVASIKAN UANG Seperti halnya jagung yang semula hanya dikenal sebagai bahan pangan, saat ini dapat diberdayakan menjadi bahan bakar alternatif. Hacking/cracking juga dapat diibaratkan telah mengalami perubahan dalam penilaian. Jika dahulu hacking/cracking cenderung hanya dikenal sebagai aktivitas pengisi waktu luang atau sekedar menyalurkan adrenalin (terutama ketika dalam menyusup sebuah sistem remote), saat ini hacking/cracking lebih mengarah kepada aktivitas yang lebih profitable. Hacking/cracking yang dimaksud adalah aktivitas mencari kelemahan pada sebuah sistem dan mencari cara untuk mengeksploitasinya, menguasai sebuah sistem komputer dan menyewakannya sebagai spam relay atau menjadikannya agen distributed denial-of-service. Dahulu para hackers/crackers mengutamakan ketenaran atau sekedar mengisi waklu luang dengan berbagai macam cara; mulai dari melakukan hal-hal yang baik seperti membangun sistem operasi atau aplikasi, sampai yang sebaliknya seperti membuat zombie networks, defacement web pages, menulis virus atau trojan, atau hal-hal yang cenderung merugikan orang lain. Saat ini, mereka nampaknya lebih termotivasi oleh uang. Sehubungan dengan hal tersebut, ternyata ada banyak "pasar gelap" sebagai tempat bertransaksi antara hackers/crackers dengan "pembeli". Seorang hacker yang menemukan cara mengeksploitasi cacat pada sistem Windows dapat memperoleh setidaknya US$ 500 atau lebih, tergantung dari jumlah target yang terkena dampak atau nilai kritis yang diakibatkan, di "pasar gelap" tersebut. Akan lebih tinggi lagi nilainya jika cacat yang dimaksud merupakan "barang baru" (0-day vulnerability) dan belum pernah diketahui sebelumnya oleh Microsoft atau orang lain. Cacat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengeksploitasi komputer. Komputer-komputer yang sudah dikuasai dapat dihubungkan menjadi satu dan dikontrol oleh sebuah master, dikenal sebagai botnet (dari kata robot network), dan kemudian dapat disewakan untuk digunakan sebagai spam relay, hosting untuk website porno, atau untuk mengirimkan serangan distributed denial-of-service. RISE OF THE ROBOTS 0-day vulnerability ternyata juga dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir orang dengan maksud yang tidak baik. Jika sebuah Internet worm dapat dibuat berdasarkan 0-day vulnerability maka ancaman keamanan akan semakin meningkat. Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa ada pihak-pihak yang memang sengaja membuat worms dan kemudian berusaha menjadikan komputer-komputer yang sudah dikuasai untuk dapat dikontrol secara terpusat. Komputer-komputer zombie tersebut kemudiakan disewakan untuk aktivitas yang cenderung bersifat kriminal. Botnet dapat melakukan hal-hal yang sifatnya merusak lebih dari sekedar mengirimkan spam dan phising scams. Botnet seringkali menjadi agen distributed denial-of-service yang mengancam sebuah instansi berskala besar, melakukan Google dan Yahoo advertising click fraud, dan juga sebagai hosting dari phising sites. Software yang digunakan pada sebuah bot seringkali dilengkapi dengan keylogger yang mampu merekam setiap input yang diberikan oleh pengguna, mencuri username dan password, informasi Internet banking, dan juga nomor kartu kredit. Belum diketahui dengan jelas berapa banyak uang yang dapat diperoleh ketika seseorang menyewakan botnetnya yang terdiri dari ratusan ribu hosts. Pernah ada kasus, dimana seseorang yang semula dikira hanya memiliki kurang lebih 100.000 komputer zombie ternyata memiliki lebih dari 1,5 juta komputer zombie. Symantec melalui Internet Treat Report-nya menyebutkan bahwa kurang lebih 26% dari komputer yang termasuk kedalam botnet berlokasi di Amerika Serikat. Hal tersebut dimungkinkan karena penggunaan komputer rumahan sudah semakin banyak dan kurang-waspadaan pengguna tentang masalah keamanan komputer. Komputer-komputer yang memiliki aplikasi yang "bermasalah" setelah dikuasai kemudian dihubungkan untuk tujuan yang tidak baik. 0-DAY VULNERABILITY MARKET Sesuatu tersedia di pasar oleh karena ada yang membutuhkannya, atau sebaliknya. Ketika sudah semakin banyak yang menyadari bahwa informasi vulnerability tidak lagi menjadi barang yang murah, maka banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Transaksi jual-beli informasi vulnerability dapat dilakukan dengan banyak cara. Mulai dari jenis transaksi primitif dimana pembeli dan penjual berhubungan secara langsung sampai dengan transaksi yang lebih moderen dimana pihak ketiga (broker) turut ambil andil. Tidak banyak pemain dibidang usaha ini. Beberapa pemain yang tercatat antara lain iDefense dan TippingPoint (sebuah divisi dari 3com). Kedua perusahaan asal Amerika tersebut mempunyai program yang memungkinkan hackers dapat menyalurkan hasil temuan dan menukarkannya dengan dollar. Vulnerability Contribution Program dari iDefense sudah berlangsung setidaknya empat tahun sementara program Zero Day Innitiative dari TippingPoint baru dimulai tahun 2005. Baik iDefense maupun TippingPoint akan menyalurkan 0-day vulnerability yang dikumpulkan dari program kepada klien-klien mereka. Mereka yang membutuhkan informasi tersebut dapat dengan mudah ditebak. Mulai dari perusahaan pengembang produk Intrusion Detection/Prevention System, perusahaan pengembang produk Security Assessment, vendor sistim operasi dan aplikasi (demi mempercepat proses pencarian bugs), sampai pihak militer. Selain dari para broker diatas, sudah mulai banyak security researcher yang membentuk perusahaan dan kemudian menjual sendiri hasil temuan mereka. Sebagai contoh adalah ImmunitySec, CoreSecurity, Argeniss, dan Gleg. Mereka mengemas 0-day vulnerability yang mereka temukan berikut metode eksploitasinya kedalam sebuah framework. Sebut saja Canvas dan Core Impact, yang ditawarkan ke publik sebagai produk yang dapat digunakan untuk security testing. Harga yang ditawarkan untuk framework yang berisi starter pack vulnerability mulai dari US$ 1.000 sampai US$ 15.000 dan untuk vulnerability pack ekstra yang berisi lebih banyak 0-day eksploit mulai dari US$ 2.000 sampai US$ 10.000. Walau pasar 0-day vulnerability sudah marak, forum-forum seperti Bugtraq, Full-Disclosure, Packetstorm, Securiteam, dan Secunia tidak pernah sepi. Namun jika diperhatikan dengan baik, tidak banyak lagi hackers/crackers yang mau mempublikasikan informasi vulnerability yang sifatnya kritikal. Mereka lebih memilih untuk menyimpannya sendiri atau membagikannya ke rekan-rekan terdekat. Sebut saja anggota-anggota dari geng ADM, TESO, THC, HERT, Gobbles, atau w00w00 yang sudah tidak lagi mempublikasikan hasil temuan mereka ke publik. Beberapa mereka malah sudah bergabung ke perusahaan sebagai professional security researchers yang dibayar untuk mencari bugs dari sebuah sistem operasi atau aplikasi sebagai bagian dari Quality Assurance atau sebagai pendukung dari sebuah produk security. posted by Jim Geovedi @ [11]1:09 PM [12]0 comments 0 Comments: [13]Post a Comment [14]<< Home About Me Jim Geovedi Jim Geovedi,a twenty-something computer hacker and electronic music composser wannabe who loves hacking and mixing stuff in unusual ways. [15]Profile Previous Posts * [16]Bagaimana mengamankan web server? * [17]Pemilihan produk Web Filtering * [18]Mengapa saya masih menerima spam walaupun sudah menggunakan antispam? * [19]Mengintegrasikan produk Enterprise Network Security Currently Reading [20]del.icio.us/negative More on [21]del.icio.us/negative [22]Powered by Blogger _________________________________________________________________ JIM GEOVEDI DOESN'T GIVE A SHIT ABOUT DMCA You are allowed to steal any contents of this blog with or without notifying author. References 1. http://geovedi.blogspot.com/atom.xml 2. http://geovedi.blogspot.com/rss.xml 3. http://help.blogger.com/bin/answer.py?answer=1200 4. http://www.blogger.com/ 5. sms:?body=Hi%2C%20check%20out%20JOURNAL%3A%20Jim%20Geovedi%20at%20geovedi.blogspot.com 6. http://www.blogger.com/ 7. javascript:toggleFlag(); 8. http://www.blogger.com/redirect/next_blog.pyra?navBar=true 9. javascript:BlogThis(); 10. http://geovedi.blogspot.com/ 11. http://geovedi.blogspot.com/2006/05/hackingcracking-from-fun-to-profit.html 12. http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29954061&postID=115078414703386671 13. http://www.blogger.com/comment.g?blogID=29954061&postID=115078414703386671 14. http://geovedi.blogspot.com/ 15. http://www.blogger.com/profile/4785455 16. http://geovedi.blogspot.com/2005/10/bagaimana-mengamankan-web-server.html 17. http://geovedi.blogspot.com/2005/07/pemilihan-produk-web-filtering.html 18. http://geovedi.blogspot.com/2005/06/mengapa-saya-masih-menerima-spam.html 19. http://geovedi.blogspot.com/2005/06/mengintegrasikan-produk-enterprise.html 20. http://del.icio.us/negative 21. http://del.icio.us/negative 22. http://www.blogger.com/